Tampilkan postingan dengan label Al Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Mei 2017

Kisah Raja Zulkarnain

Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukkan suatu daerah. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya:

"Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu."

Ketika malam tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada 3 golongan prajurit. Golongan  yang pertama tidak mengambil apa pun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu. Golongan yang kedua mengambil alakadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah raja. Yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.

Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam? Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya intan berlian. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.

Cerita tersebut dikutip dari buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka.

Tidak lama lagi kita akan melewati Ramadhan 1438 H.
Di dalamnya banyak sekali keberkahan.
Dan kita memiliki 3 pilihan.
Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun.
Atau melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.
Atau melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Taqabbalallahu minna wa minkum
Shiyamana wa shiyamakum
Kullu ‘amin wa antum bi khairin.

Ramadhan Kariim, semoga kita termasuk golongan yg mendapat magfirah, rahmah dan keberkahan Ramadhan 1438 H.

Alhamdullilah......

Mohon Maaf lahir bathin 🙏

Rabu, 10 Mei 2017

Belajar Dari Yahudi

Saat mengantarkan jama'ah umroh, kami menginap di salah satu hotel di Jedah. Suatu ketika saat pagi sesudah breakfast, saya & teman teman crew bersantai di lobby, biasa kami berselancar internet dulu di lobby, karena wifi di lobby hotel paling kenceng signalnya 😄.

Saat itu ada seorang Yahudi meminta dipesankan taxi oleh petugas hotel. Taxi pertama datang si Yahudi menolak. Taxi kedua datang, si Yahudi tetap menolak. Begitupun dengan taxi ketiga, keempat, kelima dan entah sudah berapa taxi yang dia tolak. Hingga taxi terakhir dia baru terima.
Tergelitik rasa ingin tahu (dasar kepo 😀) mumpung saya lihat petugas hotel sedang membantu memasukkan barang barang si Yahudi ke dalam taxi, saya bertanya pada si Yahudi :

"Sir, why did some taxi before you decline but you are willing to accept this taxi?"
 (Pak, mengapa beberapa taxi sebelumnya anda tolak namun anda bersedia menerima taxi ini?)
Si Yahudi senyum dan menjawab:

"I don't know some of the previous taxis belong to whom, which is why I refused. But I know this taxi is a Jewish taxi which is why I accept it." (Saya tidak tahu taxi yang sebelumnya itu milik siapa itulah sebabnya saya menolak. Tapi saya tahu taxi ini adalah milik Yahudi itulah sebabnya saya terima)

Masya Allah..... saya tersentak kaget.... Selama ini kita tidak pernah berpikir, setiap receh yang kita keluarkan, bahkan saat membeli kebutuhan sehari hari saja kita tidak mau pusing untuk tahu dengan pasti uang kita akan mengalir kemana & untuk siapa ?

Untuk hal ini saya rasa si Yahudi itu tidak RASIS. Seperti itulah seharusnya setiap bangsa yang mencintai negerinya, punya loyalitas tinggi pada bangsanya. Bahkan setiap real yang dia keluarkan harus dia yakinkan uang itu mengalir pada bangsanya.

Bagaimana dengan kita ? Kemana saja selama ini anda menghabiskan uang anda ? Kemana & kepada siapa uang anda mengalir ? Bahkan saat bisnis pun, dengan bangga anda menjual produk - produk luar negeri. Anda masih bekerja untuk mereka. Sekarang lihat, siapa pemilik sebagian besar waralaba yang tersebar di tanah air kita ? Produk produk yang dijual produksi mana ? Siapa pemiliknya ?.

Jadi jangan salahkan mereka bila mereka semakin kaya & kita semakin tak berdaya. Ini bukan salah mereka... Ini salah kita !!!! Kita tidak perduli dan kembali menyerahkan diri pada penjajahan ekonomi.

Sepertinya kita perlu belajar dari "Tuan Yahudi" itu....
Ayooo bangun dari tidur.... bangun dari kenyamanan. Segera ciptakan karya nyata...!!! Tanpa tapi, tanpa nanti...!!!

What do you think? Bgm pendapat anda?

Minggu, 11 September 2016

Jasa ibu tiada terhingga

Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.". Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...

Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang....Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? 

Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu". 

Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.. Semoga Bermanfaat. Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di telepon mu, jadikan ladang pahala dg meberikan ke orang lain..

Bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah juga hak mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri......
Semoga bermenfa'at bagi kita semua....

(Sumber : Facebook.com


Jumat, 27 November 2015

Nopember 2015

Hari ini, bulan Nopember 2015, momentum saya untuk mengingatkan tentang suatu perjalanan waktu agar saya harus terus meningkatkan diri, dari tahun ke tahun.

Setelah 3 tahun kemudian adakah perubahan yang meningkat nanti di tahun 2018 ini dibandingkan bulan Nopember tahun 2015?

Bila saja kita mau mengevaluasi diri :
  • Bila kondisi kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya makan kita termasuk orang-orang yang beruntung.
  • Bila kondisi kita sama saja dari tahun-tahun sebelumnya maka kita termasuk orang-orang yang tertipu, sedangkan;
  • Bila kondisi kita lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya maka kita termasuk orang-orang yang benar-benar merugi.